Derap-derap Tasbih
RESENSI NOVEL
JuduL Novel : Derab-derab Tasbih
Pengarang : Hadi S. Khuli
Penerbit : Diva Press
Tempat Terbit : Bangun Tapan,Yogjakarta
Tahun Terbit : Cetakan I,Mei 2007
Tebal : 412 Halaman
Harga : Rp 65000
Inspirasi Religiusitas Iman,Cinta dan Tradisi
TOKOH:
-Wardah : Baik,egois
-Fatih : Baik
-Dian : Baik,penolong
-Mila : Cerewet
-Hendra : Jahat (Guide)
-Kiai Sahal : Alim,baik
Novel ini menceritakan bahwa apa yang di alami seseorang akibat cintanya,hidupnya,pada seseorang yang dia cintai menyentakkan kesadaran batin kita bahwa siapapun bisa saja salah dan gagal dalam salah satu fase hidupnya,tak terkecuali seorang alim ulama,pengasuh pesantren,seperti tokoh novel ini.Novel religious yang kritis ini membuktikan pada kita bahwa ternyata tidak selalu benar bunyi pepatah bahwa buah akan selalu jatuh tak jauh dari pohonnya.
Aula Fakultas Kedoktoran Universitas Tunas Bangsa penuh sesak.Tak ada kursi yang tak terisi.Beberapa Mahasiswa terpaksa berdiri di barisan paling belakang.Semua perhatian tertuju ke depan.Sebuah layar putih menyala.Tampak orang-orang berkulit hitam tergolek lemas di sebuah rumah sakit.Pandangan mereka,seperti yang ditangkap kamera,adalah banyangan kematian yang memilukan.Kamera berpindah tempat.Di sebuah kamar 5 pemuda secara bergantian menyuntik diri mereka sendiri.Di atas meja,bertebaran alat-alat suntik,beberapa kantong plastik berisi serbuk,butiran butiran pil warna warni,dan botol botol minuman.
Gambar berhenti.Layar kembali padam.seorang perempuan mengambil mikrofon dan memberitahu yang tadi itu adalah film Documenter yang di buat oleh seorang wartawan tentang penderita HIV/AIDS di Afrika Selatan.
Acara tanya jawab pun selesai Fatih yang menjadi salah satu nara sumber meninggalkan ruang seminar tersebut,lalu Fatih dan Haris buru buru melintas di jalan depan Aula.Mereka akan ke Dunia Kata tempat Fatih menerbitkan novel yang dikarangnya.Tiba tiba sebuah mobil Jazz silver mendecit keras.Beberapa mahasiswa yang ada disitu mengarahkan pandangannya ke jalan.Mobil itu berhenti 50 centi dari kaki Fatih.Seorang gadis dengan kaca mata hitam keluar dari pintu kiri mobil dengan muka marah.
Fatih meminta maaf kepada si gadis tersebut karena dia tidak melihat ada mobil yang sedang melintas.Seharusnya tadi ia melihat terlebih dahulu,sebelum menyeberang.Setelah dari Dunia Kata Fatih langsung balik ke pondok dimana ia tinggal dan menuntut ilmu.Seminggu setelah itu Fatih mengadakan launching novel di Yogjakarta.Launching novel Fatih berjalan sukses dan meriah.Tak ada tempat duduk yang kosong.Pihak pengelola aula harus memberikan tambahan kursi.Itupun tak juga mencukupi jumlah pengunjung yang ingin mengetahui novel yang selama satu minggu ini covernya bertebaran di sejumlah titik strategis di kota ini.Sebuah banner ukuran besar di pajang di tepi jalan masuk aula.Siapapun yang melintas,pasti akan melihatnya karena warnanya yang mencolok.Promosi yang berhasil.Di tambah kehadiran Nirwan Arsani,Dosen Universitas Tunas Bangsa atau UTB,sebagai salah satu pembahas,cukup untuk mendapatkan penilaian bahwa novel penulis pemula ini,bukan novel biasa.tak kurang dari seratus eksemplar terjual dalam kesempatan tersebut.
Tiba tiba Mila menunjuk banner yang memajang foto wajah faith disamping cover novelnya.Sembari bertanya kepada Dian bukankah foto itu orang yang hampir mereka tabrak beberapa waktu lalu. Keduanya baru saja kelauar dari perpustakaan Falkustas Kedoktoran yang memang bersebelahan dengan Aula,tempat di selenggarakan acara.
Fatih seorang pengarang novel mempunyai ayah angkat yaitu Kiai Sahal ( Pemilik Pesantren Darul Hikmah).Dan kiai Sahal mempunyai seorang anak cewek yang dari kecil sangat akrab dengan Fatih yang bernama Wardah.Wardah telah menyimpan rasa cinta kepada Fatih sejak mereka masih kecil.Setelah Kiai Sahal tau tentang itu dia merencanakan akan menjodohkan mereka berdua tetapi Fatih menolaknya karena Fatih sudah menganggap Wardah seperti adik kandungnya sendiri.
Lalu suatu hari Kiai Sahal memberitahukan Fatih dan lainnya kalau beliau akan tindak haji minggu depan.Kiai Sahal mengatakan bahwa haji kali ini “haji paksaan”.karena ia tidak mau mengecewakan sahabatnya yang telah bernazar mengajak haji bersama.Setelah itu Kiai Sahal memanggil Fatih untuk mengatakan,bahwa ia menitipkan Wardah kepadanya.dan menanyakan apakah ia sanggup? Fatih hanya menjawab “Insya ALLAH,mbah”.Seminggu setelah itu keberangkatan Kiai Sahal dilakukan secara sederhana seteah bersalaman dengan para tamu,Kiai Sahal dan istrinya masuk ke dalam mobil yang paling depan.Dan disusul oleh tiga mobil untuk membawa para keluarga dan beberapa pengurus pondok.Fatih satu mobil bersama keluarga Pak Subhan.Agak jauh di belakang ada sebuah mobl di huni lima perempuan yang seusia Wardah.
Ketika mereka hendak pulang Wardah menelpon Pak Subhan dia mengatakn bahwa dia tidak langsung pulang karena ia ingin kerumah kawannya terlebih dahulu nanti malam dia baru pulang.Ketika di Solo dia ketemu dengan turis (Guide) dan ternyata si turis itu menyukai Wardah.Setelah lama mereka berkenalan turis itu yang bernama Hendra mengajak Wardah untuk bertemu dan menikah dengannya karena ia sudah mngatakan kalau ia mencintai Wardah.Tetapi Wardah tidak mau karena Wardah sabgat mencintai Fatih.Dan suatu haripun Fatih mengatakan bahwa ia sudah bersedia untuk menikah dan menjadi semua Wardah.
Akhirnya,Fatih dan wardah pun menikah dan mereka mebina rumah tangga mereka dengan rukun dan tentram.
Keunggulan : Mengingatkan kita supaya jadi orang jangan cepat emosional dan egois karena jodoh itu tak kan kemana.
Kekurangannya : jangan terlalu di ambil positifnya karena nanti kita akan terpengaruh dan nanti akan merugikan hidup kita.









